Masa Depan Diego Simeone di Atletico Madrid Dipecat?

Bagas Pratama

Maret 6, 2026

4
Min Read
Masa Depan Diego Simeone di Atletico Madrid Dipecat

Dunia sepak bola lagi heboh banget nih, terutama para penggemar Atletico Madrid. Berdasarkan laporan dari media Spanyol, masa depan pelatih legendaris Diego Simeone di kursi kepelatihan Atletico Madrid sedang dipertanyakan, bahkan terancam dipecat. Padahal, pria asal Argentina ini sudah jadi nahkoda tim sejak Desember 2011 dan berhasil membawa Atletico ke era paling sukses dalam sejarah klub.

Kabar kurang enak ini datang dari laporan Sport yang bilang kalau Atletico Madrid lagi mengevaluasi posisi Diego Simeone. Walaupun Simeone masih terikat kontrak sampai tahun 2027, rumornya dia punya hubungan yang kurang harmonis dengan direktur olahraga baru klub, Mateu Alemany. Mungkin kamu familiar dengan nama Alemany ini, karena dia dulunya pernah jadi direktur olahraga di Barcelona.

Situasi di lapangan juga nggak kalah bikin pusing. Performa Atletico Madrid belakangan ini jauh dari kata ideal. Di La Liga, mereka sekarang cuma nangkring di peringkat ketiga, dan udah ketinggalan 10 poin dari Barcelona yang lagi memuncaki klasemen. Nggak cuma itu, di Liga Champions, Atletico juga menelan kekalahan pahit dari Bodo/Glimt di fase liga terakhir. Kekalahan ini bikin mereka harus menjalani babak play-off dulu kalau mau lolos ke fase gugur.

Rangkaian hasil buruk yang terus-menerus ini, ditambah lagi dengan perbedaan pandangan soal bursa transfer, disebut-sebut jadi alasan utama kenapa posisi Simeone makin terancam. Bayangin aja, pelatih sekelas Simeone yang udah kasih banyak gelar, sekarang lagi di ujung tanduk. Ini tentu jadi sorotan besar bagi para pengamat dan fans sepak bola.

Selain masalah performa dan hubungan dengan direktur olahraga, ada satu lagi faktor yang mungkin jadi pertimbangan klub. Diego Simeone ini salah satu pelatih dengan gaji tertinggi di dunia, lho. Gajinya sekitar €13 juta (sekitar Rp254,77 miliar) per musim. Angka segitu kan nggak main-main. Menurut laporan, dia cuma kalah dari Simone Inzaghi (Al-Hilal), Pep Guardiola (Manchester City), Mikel Arteta (Arsenal), dan yang cukup mengejutkan, David Moyes (Everton).

Simeone sendiri dikabarkan punya opsi untuk pergi kalau target-target yang dia canangkan musim ini nggak tercapai. Tapi, mencari pengganti untuk sosok yang udah jadi legenda hidup di klub itu jelas bukan perkara mudah. Mateu Alemany, direktur olahraga baru, disebut-sebut udah mulai menyusun rencana jangka panjang. Dia lagi mencari kandidat pelatih berikutnya untuk Los Rojiblancos.

Salah satu nama yang masuk radar adalah bos Bournemouth, Andoni Iraola. Namun, Iraola diklaim lebih memilih untuk bertahan di Liga Inggris. Sepertinya dia baru mau pindah kalau ada tawaran yang benar-benar serius dan menggiurkan, apalagi kalau Simeone beneran dicopot dari jabatannya. Jadi, proses pencarian pengganti ini juga nggak akan gampang.

Sulit banget rasanya memisahkan Atletico Madrid modern dari sosok Diego Simeone. Selama lebih dari satu dekade membimbing klub, dia berhasil membawa Los Colchoneros ke tingkat kesuksesan yang nyaris nggak terbayangkan sebelumnya. Prestasinya juga nggak kaleng-kaleng. Di bawah arahannya, Atletico berhasil menjuarai La Liga dua kali, Liga Europa dua kali, Copa del Rey, serta Piala Super Spanyol.

Dia juga dua kali membawa Atletico meraih Piala Super UEFA dan dua kali jadi runner-up Liga Champions. Secara individu, Simeone bahkan terpilih sebagai Pelatih Terbaik La Liga sebanyak empat kali. Ini menunjukkan betapa besar pengaruh dan kontribusinya bagi klub. Dia bukan cuma pelatih, tapi udah jadi ikon.

Tapi di balik semua itu, Simeone ternyata pernah mengungkapkan mimpinya untuk melatih Inter Milan di masa depan. Inter Milan adalah klub yang pernah ia bela sebagai pemain antara tahun 1997 hingga 1999. Dia bilang, “Ini tidak hanya bergantung pada saya, tapi dalam karier kepelatihan saya, saya bisa membayangkan diri saya melatih Inter suatu hari nanti. Saya yakin itu akan terjadi.”

Simeone juga sempat memuji Inter Milan, “Mereka bermain sangat baik, punya kepribadian, dan ide menyerang yang jelas. Skuadnya luar biasa. Saat melawan Milan mereka tampil proaktif. Mereka memang tidak mencetak gol, tapi bisa saja menang. Mereka pantas mendapatkannya. Kami harus membawa pertandingan ke area di mana kami tahu bisa mengalahkan mereka.

Dia juga menegaskan kekuatan Inter di Eropa dengan menambahkan, “Di Liga Champions, angka-angkanya berbicara sendiri. Mereka sudah memainkan dua final. Mereka adalah salah satu favorit juara dan terus menunjukkan kekuatan mereka, seperti yang sudah mereka lakukan sejauh ini.”

Kita tunggu aja gimana kelanjutan nasib Diego Simeone di Atletico Madrid. Sementara itu, Atletico akan melanjutkan kiprah mereka di La Liga akhir pekan ini dengan menghadapi Real Betis. Tentu pertandingan ini jadi penting untuk memperbaiki posisi mereka di klasemen dan menjaga harapan fans.

Tinggalkan komentar