Dunia sepak bola Spanyol kembali heboh dengan pernyataan yang saling bertolak belakang dari dua tokoh penting. Presiden LaLiga, Javier Tebas, secara tegas membantah klaim mantan pelatih Barcelona, Xavi Hernandez, terkait saga kembalinya Lionel Messi ke Camp Nou. Tebas menepis pernyataan Xavi yang menyebut ada “lampu hijau” dari LaLiga untuk transfer megabintang Argentina tersebut.
Xavi Hernandez, yang belum lama ini mengakhiri perjalanannya sebagai pelatih kepala Barcelona, sempat membuat pengakuan yang cukup mengejutkan. Ia mengungkapkan beberapa detail di balik upaya klub untuk memulangkan ikon mereka, Lionel Messi, ke Camp Nou. Menurut Xavi, setelah gelaran Piala Dunia 2022 di Qatar selesai, ia langsung bergerak cepat menghubungi Messi untuk membicarakan kemungkinan ini. Simak juga Xavi Bongkar: Laporta Dalang di Balik Gagalnya Messi Balik ke Barca!
Obrolan antara Xavi dan Messi ternyata tidak hanya sekali atau dua kali saja. Mereka berdua secara intens berkomunikasi selama beberapa bulan, membahas secara serius prospek kepulangan Messi ke klub yang membesarkan namanya. Xavi bersikeras bahwa Lionel Messi, yang saat itu masih membela Paris Saint-Germain (PSG), menunjukkan keinginan yang sangat kuat dan antusiasme tinggi untuk kembali berseragam Blaugrana.
Pembicaraan krusial antara mereka berdua diklaim terus berlanjut hingga Maret 2023, menunjukkan betapa seriusnya proses negosiasi tersebut. Xavi bahkan menyatakan bahwa saat manajemen klub sedang bernegosiasi kontrak dengan Jorge Messi, ayah sekaligus agen sang pemain, mereka sudah mengantongi “lampu hijau dari LaLiga”. Ini adalah klaim penting yang kemudian menjadi pusat bantahan dari Presiden LaLiga.
Namun, dalam versi ceritanya, Xavi juga menunjuk pihak yang dianggapnya bertanggung jawab atas kegagalan transfer yang sudah di depan mata ini. Ia secara langsung menyebut nama Joan Laporta, presiden Barcelona kala itu, sebagai sosok yang menghentikan kesepakatan. Padahal, menurut Xavi, proses kepulangan Messi sudah berjalan sangat baik dan bahkan hampir rampung sepenuhnya.
Pengakuan Xavi ini tentu saja memicu beragam reaksi dan perdebatan sengit di kalangan penggemar dan media. Apalagi, klaim ini menyangkut nama besar seperti Lionel Messi dan klub sekelas Barcelona. Pernyataan Xavi yang menyebut adanya “lampu hijau” dari LaLiga menjadi sorotan utama, karena ini menyiratkan bahwa dari sisi regulasi liga, tidak ada masalah berarti untuk mewujudkan transfer tersebut.
Menanggapi klaim yang beredar luas tersebut, Javier Tebas, presiden LaLiga yang dikenal dengan sikapnya yang lugas dan transparan, tidak tinggal diam. Ia langsung memberikan respons tegas dan membantah semua pernyataan Xavi yang berkaitan dengan persetujuan liga. “Itu tidak benar. Itu tidak benar,” kata Tebas, mengulang penegasannya untuk menunjukkan betapa ia tidak setuju dengan klaim tersebut.
Tebas kemudian menjelaskan alasan fundamental di balik bantahannya yang kuat dan tanpa keraguan itu. Menurutnya, ada beberapa faktor krusial yang membuat klaim Xavi tidak sesuai dengan prosedur dan kenyataan yang ada. Salah satu yang paling utama adalah terkait dengan regulasi Financial Fair Play (FFP) yang ketat diterapkan oleh LaLiga untuk semua klub Spanyol.
Ia menegaskan bahwa untuk bisa memulangkan Messi, LaLiga harus terlebih dahulu mengetahui secara pasti berapa besar gaji yang diinginkan sang pemain. Angka ini sangat penting untuk memastikan bahwa Barcelona bisa mematuhinya tanpa melanggar aturan FFP yang sudah ditetapkan. Pada waktu itu, situasi keuangan Barcelona memang sedang tidak stabil dan cukup rumit untuk mengakomodasi gaji sebesar Messi.
Messi adalah seorang pemain dengan nilai pasar yang sangat tinggi, bahkan bisa dibilang salah satu yang tertinggi di seluruh dunia sepak bola. Hal ini secara otomatis akan menimbulkan banyak komplikasi finansial yang serius bagi klub mana pun yang ingin merekrutnya. Terutama jika klub tersebut sedang dalam pengawasan FFP ketat seperti Barcelona pada periode tersebut.
Tebas menekankan bahwa nilai kontrak dan gaji Messi akan sangat memengaruhi perhitungan batas gaji klub atau ‘salary cap’ yang diizinkan LaLiga. Tanpa detail spesifik mengenai angka-angka ini, LaLiga tidak akan bisa melakukan evaluasi dan memberikan persetujuan apa pun. Ini adalah prosedur standar yang harus dilalui oleh setiap klub.
Poin paling penting dan menjadi inti dari bantahan Tebas adalah penegasannya bahwa tidak ada permintaan resmi yang pernah diajukan oleh Barcelona. “Tidak ada seorang pun dari Barça yang bertanya, tidak ada,” ujarnya dengan tegas, menggarisbawahi kurangnya komunikasi formal dari pihak klub. Pernyataan ini jelas bertolak belakang dengan klaim Xavi yang menyebut adanya “lampu hijau” dari LaLiga.
Menurut Tebas, bagaimana mungkin LaLiga bisa memberikan “lampu hijau” atau persetujuan awal jika pihak Barcelona sendiri tidak pernah secara formal mengajukan permintaan? Mereka juga tidak pernah memberikan detail mengenai struktur gaji Messi yang akan diusulkan. Proses ini adalah langkah awal yang mutlak harus dilakukan untuk menilai kelayakan finansial sebuah transfer besar seperti ini.
Tanpa informasi mendetail mengenai gaji dan struktur kontrak, LaLiga tidak bisa memberikan persetujuan apa pun, bahkan sekadar lampu hijau awal. Ini menunjukkan adanya kesenjangan informasi atau perbedaan interpretasi yang signifikan antara apa yang dipahami Xavi dan apa yang menjadi prosedur resmi LaLiga. Tebas ingin memastikan bahwa publik memahami proses yang sebenarnya.
Perseteruan antara Xavi dan Tebas ini menyoroti betapa kompleksnya proses di balik layar transfer pemain di level tertinggi. Apalagi jika melibatkan nama sebesar Lionel Messi dan klub dengan masalah finansial yang sedang membelit seperti Barcelona. Klaim dari kedua belah pihak menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang dan pemahaman yang cukup mencolok.
Di satu sisi, Xavi mungkin percaya bahwa ia dan Messi sudah mencapai kesepahaman personal dan bahwa LaLiga tidak akan menjadi penghalang berarti. Di sisi lain, Tebas menegaskan bahwa dari sudut pandang regulasi dan prosedur resmi, tidak ada dasar yang kuat untuk klaim tersebut. Perdebatan ini menyisakan pertanyaan besar bagi para penggemar sepak bola di seluruh dunia.
Siapa yang sebenarnya mengatakan kebenaran penuh dalam drama panjang yang tak kunjung usai ini? Apakah ada miskomunikasi serius atau interpretasi yang berbeda dari situasi yang sebenarnya terjadi? Yang jelas, kepulangan Messi ke Barcelona pada akhirnya memang tidak terwujud, dan ia memilih untuk berlabuh di klub Major League Soccer, Inter Miami.
Kontroversi ini secara tidak langsung menambah daftar panjang cerita di balik layar transfer Messi yang selalu menarik perhatian dan menjadi buah bibir. Baik Xavi maupun Tebas, keduanya punya versi cerita masing-masing yang saling bertolak belakang dan sulit untuk dipertemukan. Ini membuat saga kepulangan Messi ke Barcelona tetap menjadi topik hangat yang terus diperbincangkan dan dianalisis.







Tinggalkan komentar