Zubimendi Rp1 Triliun: Investasi Terbaik Arsenal, Penyesalan Madrid

Bagas Pratama

March 12, 2026

3
Min Read
Zubimendi Rp1 Triliun Investasi Terbaik Arsenal Penyesalan Madrid

TIY42K – Martin Odegaard, kapten Arsenal, blak-blakan puji Martin Zubimendi, rekan setimnya yang tampil “luar biasa” di Premier League musim ini. Gelandang bertahan £60 juta (sekitar ± Rp1,35 Triliun) ini jadi pilar penting Arsenal, tapi siapa sangka Real Madrid pernah melewatkan kesempatan emas untuk merekrutnya. Padahal, Xabi Alonso, mantan manajer Madrid, sudah kepincut banget sama Zubimendi.

Odegaard sendiri bukan orang baru bagi Zubimendi. Mereka berdua pernah main bareng waktu Odegaard dipinjamkan ke Real Sociedad musim 2019/20. Kapten Arsenal itu mengaku sudah tahu betul kualitas Zubimendi sejak dulu.

“Dia itu luar biasa, aku sudah tahu itu,” kata Odegaard kepada Four Four Two. “Karena aku pernah main dengannya dan lihat kualitasnya waktu di Real Sociedad.” Odegaard juga kagum dengan kecerdasan Zubimendi di lapangan yang menurutnya sangat menonjol.

“Langsung kelihatan banget, cara dia memahami permainan, betapa pintarnya dia,” jelas Odegaard. “Posisi tanpa bola, cara dia merebut bola kembali, dia memang bukan yang paling besar atau terkuat, tapi cerdas banget.” Odegaard merasa senang dan beruntung bisa bermain bareng Zubimendi, dan yakin rekan setimnya itu pantas dapat semua pujian yang diterimanya.

Sejak gabung Arsenal dengan nilai transfer fantastis Rp1,35 Triliun, Zubimendi langsung jadi andalan utama Mikel Arteta di lini tengah. Kehadirannya bikin lini tengah The Gunners makin solid, tangguh, dan sulit ditembus lawan. Dia punya peran krusial dalam mematahkan serangan lawan.

Nggak cuma jago bertahan, Zubimendi juga sering nyumbang gol atau assist penting. Musim ini, performanya konsisten dengan catatan 6 gol dan 3 assist dari 40 pertandingan di semua kompetisi. Kontribusi positifnya ini juga bikin Declan Rice bisa lebih leluasa maju ke depan dan berkreasi di lini serang.

Pujian tulus dari Odegaard ini sekaligus jadi pengingat telak buat Real Madrid, khususnya Presiden Florentino Perez. Madrid sebenarnya lagi nyari gelandang yang punya visi dan bisa ngatur tempo permainan, mirip-mirip legenda mereka seperti Toni Kroos atau Luka Modric. Zubimendi, dengan gaya mainnya, bisa banget jadi jawaban atas pencarian mereka.

Sayangnya, Perez nggak mengabulkan keinginan Xabi Alonso, yang waktu itu masih jadi manajer Madrid. Alonso pengen banget rekrut Zubimendi dari Real Sociedad sebelum Arsenal gerak cepat buat mengamankan jasanya.

Media Spanyol AS, yang dikenal dekat dengan Real Madrid, pernah laporin soal ini. Alonso sudah kasih tahu Los Blancos kalau Zubimendi itu “kompas” yang pas banget buat lini tengah mereka. Dia yakin Zubimendi bisa jadi pengganti ideal untuk Kroos yang sudah menua.

Waktu itu, Arsenal sebenarnya sudah mulai negosiasi serius dengan Zubimendi. Tapi, Madrid masih punya peluang besar buat dapetin gelandang berbakat ini. AS bilang, perwakilan Alonso sempat kontak perwakilan Zubimendi, dan si pemain sempat nunggu beberapa hari. Dia yakin banget kalau ada kesempatan gabung Madrid bareng Xabi, itu bakal jadi peluang emas buat karier profesionalnya.

Tapi, apa daya, Real Madrid malah ragu-ragu dan buang-buang waktu berharga. Pas mereka mau gerak buat ngecek kemungkinan transfer, semuanya sudah terlambat. Mereka nggak sepenuhnya yakin dengan potensi Zubimendi, dan akhirnya Arsenal berhasil amankan tanda tangan pemain incaran itu.

Bahkan, kritik pedas sudah mulai muncul di media Spanyol karena Madrid nggak rekrut Zubimendi. Jurnalis Julio Pulido bilang di Cadena SER, “Kalau mereka (Real Madrid) lihat pertandingan timnas Spanyol baru-baru ini dan level performa Zubimendi, mereka mungkin nyesel karena nggak investasi ke dia.”

Jurnalis Antonio Romero melontarkan kritik pedas dengan menyebut Real Madrid melakukan kesalahan besar karena tidak merekrut Zubimendi seharga €60 juta atau sekitar Rp1,18 Triliun.

Kritik ini semakin tajam karena Madrid justru telah menggelontorkan dana sebesar €120 juta, yang setara dengan Rp2,36 Triliun, untuk mendatangkan duet Eduardo Camavinga dan Aurelien Tchouameni.

Jelas banget, melewatkan Martin Zubimendi ini bikin Real Madrid gigit jari. Apalagi melihat performa gokilnya di Arsenal sekarang yang terus jadi sorotan dan membantu tim tampil ciamik di Premier League.

Leave a Comment