Prediksi Marquez Motor MotoGP 2027 Bakal Lebih Ngebut?

Rizky Maulana

Maret 15, 2026

4
Min Read
Prediksi Marquez Motor MotoGP 2027 Bakal Lebih Ngebut

Pembalap andalan Ducati, Marc Marquez, punya pandangan menarik banget soal perubahan regulasi di MotoGP yang akan berlaku mulai tahun 2027. Ia setuju banget dengan keputusan untuk mengurangi kapasitas mesin motor jadi 850cc.

Tapi, Marquez juga bikin prediksi yang cukup mengejutkan: meskipun mesinnya lebih kecil, waktu putaran alias lap time motor-motor MotoGP 2027 nanti justru bisa tetap sama, bahkan mungkin malah lebih cepat dari sekarang.

Menurut Marquez, peralihan ke mesin 850cc ini adalah langkah yang sangat tepat. Salah satu alasan utamanya adalah soal keamanan para pembalap. Ia merasa kecepatan puncak motor yang sekarang bisa tembus di atas 360 km/jam itu “nggak perlu untuk pertunjukan” dan malah meningkatkan risiko kecelakaan di lintasan.

Bayangkan saja, kalau motor melaju sekencang itu, area run-off atau jalur pengaman di banyak sirkuit jadi terasa terlalu sempit. Padahal, area ini penting banget buat memberikan ruang yang cukup kalau ada pembalap yang apes dan keluar lintasan. Dengan kecepatan yang sedikit lebih rendah, diharapkan balapan bisa lebih aman buat semua, tanpa mengurangi keseruannya. Cek juga Penyebab Ban Marc Marquez Pecah.

Marquez menjelaskan lebih lanjut bahwa masalah area run-off yang mulai terlalu sempit itu terjadi karena pembalap tiba di titik pengereman dengan kecepatan yang jauh lebih tinggi. “Kita butuh area run-off yang besar, karena jika terjadi sesuatu yang salah, tembok akan terlihat lebih dekat,” ujarnya dalam sebuah wawancara dengan sponsor Estrella Galicia 0,0. Ini menunjukkan betapa seriusnya kekhawatiran Marquez soal keselamatan.

Nah, meski setuju dengan pengurangan kapasitas mesin, Marquez tetap yakin kalau lap time nggak akan banyak berubah secara signifikan. Bahkan, ia memprediksi bisa jadi makin cepat. Kok bisa? Ia menjelaskan kalau motor 850cc nanti bakal punya bobot yang lebih ringan dan tenaga kuda yang sedikit berkurang. Namun, di sisi lain, handling atau pengendaliannya justru bakal jauh lebih baik.

Ini menarik, karena aturan baru nanti juga bakal menghapus perangkat ride-height, mengganti ban Michelin ke Pirelli, dan menetapkan batasan yang lebih kecil pada aerodinamika motor. Banyak perubahan, kan? Tapi, Marquez tetap pede kalau kombinasi motor yang lebih ringan dan handling yang lebih oke ini bisa mengkompensasi semua perubahan itu. Jadi, motornya mungkin nggak seganas sekarang di trek lurus, tapi bisa lebih lincah dan cepat di tikungan.

Marquez sendiri bilang, “Yang mereka lakukan adalah menyesuaikan motor untuk mencoba mengurangi kecepatan puncak itu, tapi saya pikir lap time di banyak sirkuit akan sangat mirip, atau bahkan lebih cepat, karena kamu punya bobot dan tenaga kuda yang lebih rendah, tapi handlingnya lebih baik. Kita lihat saja nanti.” Ini menunjukkan bahwa ia melihat potensi besar dalam desain motor yang lebih kompak dan mudah dikendalikan.

Sebagai pembalap senior, Marquez tahu betul kalau setiap perubahan aturan itu membawa tantangan baru yang besar. Saat ini, ia sendiri masih dalam proses pemulihan cedera bahu. Meskipun banyak yang bilang kontrak barunya dengan Ducati cuma formalitas belaka, Marquez tetap realistis dan rendah hati. Ia mengakui kalau nggak ada yang bisa menjamin dia bakal dapat motor terbaik di bawah aturan baru nanti.

“Tidak ada yang bisa menjamin bahwa kamu akan memiliki motor terbaik, tidak ada tongkat ajaib di sini,” kata Marquez.

Ia juga menambahkan kalau dia sendiri bahkan tidak tahu apakah bisa beradaptasi lebih cepat dari pembalap lain. Jadi, musim 2027 nanti bakal jadi masa adaptasi, pembelajaran, dan evolusi yang konstan bagi semua tim dan pembalap di grid. Semua harus siap dengan hal-hal baru.

Ducati, tim yang lagi berjaya banget di MotoGP beberapa tahun terakhir dengan dominasi mereka, pastinya juga nggak tinggal diam. Mereka diperkirakan bakal segera memulai pengujian motor 850cc mereka. Ini langkah penting banget buat memastikan mereka tetap kompetitif dan bisa mempertahankan performa puncak di era regulasi yang baru nanti.

Ngomong-ngomong soal tim, Marquez sendiri baru saja mengalami balapan yang kurang beruntung di putaran pembuka musim terakhir regulasi 1000cc. Ia cuma mendulang sembilan poin setelah dihukum penalti di Sprint Race Buriram. Lalu, ia harus mundur dari balapan utama di Grand Prix Thailand karena kerusakan pelek motornya. Tentu ini bukan awal yang ideal bagi seorang juara dunia.

Di sisi lain, nama Pedro Acosta, pembalap muda yang saat ini memimpin klasemen untuk KTM, juga lagi hangat dibicarakan. Banyak yang memprediksi Acosta bisa jadi rekan satu tim Marquez di Ducati tahun depan, menggantikan Francesco Bagnaia. Wah, bakal seru banget nih kalau prediksi ini jadi kenyataan dan kita melihat duet pembalap hebat ini di satu tim!

Tinggalkan komentar