Derby London Utara antara Tottenham Hotspur dan Arsenal kali ini beda banget dari biasanya. Buat The Gunners, pertandingan di kandang Spurs ini bukan cuma soal gengsi, tapi jadi ujian seberapa kuat mental mereka buat rebut gelar Premier League pertama kalinya sejak era “Invincibles” tahun 2003-04.
Dua minggu terakhir ini, situasi Arsenal lagi panas-panasnya. Setelah sempat unggul 2-0 dari Wolves yang lagi di zona degradasi, eh malah kebobolan dan berakhir imbang. Kiper David Raya dan bek Gabriel sampai cekcok di lapangan gara-gara salah paham yang berujung gol telat Wolves. Kejadian ini bikin banyak orang mulai nanya, “Arsenal ini beneran punya nyali juara atau malah ‘nge-choke’ di momen krusial?”
Gak cuma itu, Wolves juga ikut-ikutan nge-troll Arsenal di TikTok. Mereka bikin postingan “Game Management” yang nyindir cara Arsenal buang-buang waktu pas sepak pojok dan lebay kalau ada yang cedera. Bahkan ada statistik Opta yang nunjukkin kalau Arsenal emang paling lama restart game dari sepak pojok di liga, rata-rata 44 detik! Ini semua pasti bikin mental pemain Arsenal makin tertekan.
Padahal, Arsenal sekarang masih di puncak klasemen Premier League dan performa mereka di Liga Champions juga oke banget, menang delapan kali dari delapan pertandingan. Mereka juga masuk final Carabao Cup dan punya peluang besar di FA Cup. Tapi, keunggulan 2-0 yang lenyap di Molineux itu jadi bukti nyata ketegangan yang lagi melanda tim asuhan Mikel Arteta ini.
Sekarang, mereka cuma unggul lima poin dari Manchester City dan sudah main satu pertandingan lebih banyak. Apalagi, City punya rekor jago ngejar pemuncak klasemen di akhir musim. Arsenal juga punya sejarah kurang bagus, sering finis kedua di tiga musim terakhir. Pertemuan mereka nanti di Etihad tanggal 18 April bakal krusial banget.
Derby London Utara ini juga makin menantang dengan pergantian pelatih di kubu Spurs. Thomas Frank dipecat dan diganti Igor Tudor. Tudor ini dikenal punya kepribadian kuat dan suka bikin timnya langsung nge-gas di awal. Jadi, atmosfer pertandingan di Tottenham Hotspur Stadium nanti pasti bakal makin panas dan bikin Arsenal makin diuji.
Sejak menang 4-1 lawan Aston Villa akhir Desember lalu, pertahanan Arsenal yang tadinya solid kok kayaknya mulai rapuh. Mereka sekarang kebobolan satu gol per pertandingan, padahal sebelumnya cuma 0,61. Arsenal juga kelihatan lebih pasif dan hati-hati banget kalau udah unggul, malah jadi sering kehilangan keunggulan kayak lawan Manchester United, Brentford, dan Wolves.
Pemain juga mungkin mulai ngerasain dampak fisik karena tuntutan jadwal yang padat. Pertanyaan besarnya, apakah ketakutan kalah atau seri ini bikin para pemain jadi terbebani dan kesulitan buat mengunci kemenangan? Ini musim yang krusial, kesempatan emas, dan rasanya “sekarang atau tidak sama sekali” buat Arsenal.
Mikel Arteta sendiri kelihatan gelisah di pinggir lapangan, meskipun dia bilang “masa kini itu indah” dan timnya ada di posisi yang mereka inginkan. Dia janji bakal tetap tenang dan dengerin apa yang pemain butuhin. Harapan buat Arsenal juga ada dengan kembalinya Martin Odegaard dan Kai Havertz. Kalau mereka bisa menang di kandang Spurs, keraguan-keraguan itu pasti bakal sedikit mereda. Tapi jelas, derby kali ini beda banget dan jadi penentu mental juara The Gunners.






Tinggalkan komentar