Drama Laporta dan Messi Belum Rampung Makin Panas

Bagas Pratama

26 Maret 2026

messi vs Laporta

Fans Barcelona lagi-lagi dibuat kaget sekaligus kesal setelah Presiden klub, Joan Laporta, menyebut Johan Cruyff sebagai pemain terbaik sepanjang masa tanpa menyinggung Lionel Messi sama sekali.

Pernyataan itu disampaikan Laporta dalam momen emosional peringatan 10 tahun wafatnya Cruyff, tetapi banyak pihak langsung menafsirkannya sebagai sindiran halus kepada Messi yang hubungannya dengan sang presiden memang sudah lama dikabarkan dingin.

Dalam wawancara bersama TV3, Laporta secara terbuka mengatakan bahwa menurutnya Cruyff adalah pemain terbaik dalam sejarah sepak bola, sebuah pujian besar untuk legenda Belanda yang pernah membela Barcelona pada periode 1973 hingga 1978.

Tak hanya bersinar sebagai pemain, Cruyff juga kembali ke Barcelona satu dekade kemudian sebagai pelatih sukses yang mempersembahkan banyak gelar serta menanamkan filosofi sepak bola yang hingga kini masih menjadi identitas klub. Kenapa Lionel Messi Bisa Dapat 8 Ballon d’Or?

Warisan Cruyff memang sulit dibantah karena pengaruhnya begitu besar, baik lewat magisnya di atas lapangan maupun kejeniusannya di tepi lapangan yang menginspirasi tokoh-tokoh seperti Pep Guardiola dan generasi pelatih setelahnya.

Meski begitu, perhatian publik justru lebih banyak tertuju pada absennya nama Messi dalam pernyataan Laporta, karena hal itu dianggap mempertegas renggangnya hubungan dua figur penting dalam sejarah modern Barcelona.

Awal dari ketegangan ini bermula pada 2021 ketika Laporta memulai periode keduanya sebagai presiden dan langsung dihadapkan pada persoalan rumit terkait perpanjangan kontrak Messi.

Masalah finansial klub yang sangat berat membuat Barcelona tidak mampu mempertahankan Messi, sehingga sang megabintang harus meninggalkan Camp Nou dengan penuh haru meski telah menghabiskan hampir seluruh kariernya di sana. Siapa Wajah Sepak Bola Setelah Era Messi dan Ronaldo Habis?

Setelah itu, Messi bergabung dengan Paris Saint-Germain, tetapi kepergiannya diyakini menyisakan rasa kecewa terhadap Laporta yang sebelumnya disebut sempat beberapa kali memberi harapan soal kontrak baru.

Situasi makin memanas karena setelah Messi pergi, Laporta masih sering membicarakannya di media, dan ketegangan kembali meningkat saat muncul pembicaraan mengenai peluang kepulangan Messi ke Barcelona pada 2023.

Laporta sampai sekarang bersikeras bahwa Messi menolak kesempatan kembali karena ingin hidup lebih tenang bersama Inter Miami di Amerika Serikat, namun sejumlah tokoh di Barcelona justru memberikan versi cerita yang berbeda.

Xavi, yang saat itu masih menjabat sebagai pelatih Barcelona, pernah menyatakan bahwa tawaran kembali untuk Messi justru ditarik oleh pihak klub karena ada kekhawatiran pengaruh sang pemain akan terlalu besar di Camp Nou.

Fakta terbaru yang ikut memanaskan situasi adalah ketika Messi dikabarkan sempat datang diam-diam ke Camp Nou pada malam hari untuk melihat perkembangan renovasi stadion tanpa memberi tahu Laporta lebih dulu.

Kunjungan senyap itu semakin menguatkan anggapan bahwa hubungan Messi dan Laporta memang masih belum membaik, sehingga berbagai rencana penghormatan publik untuk sang legenda pun belum bisa terwujud.

Padahal, Laporta pernah menyatakan keinginannya untuk menggelar acara besar bagi Messi, termasuk kemungkinan membangun patung dan membuka peluang bagi sang pemain untuk kembali ke klub dalam peran profesional di masa depan.

Laporta bahkan menegaskan bahwa Messi akan selalu terhubung dengan Barcelona dengan cara apa pun yang ia inginkan, meski hingga kini belum ada kejelasan tentang bagaimana bentuk keterlibatan itu nantinya.

Yang jelas, banyak pihak percaya hubungan Messi dan Laporta harus lebih dulu diperbaiki agar semua rencana penghormatan maupun kemungkinan kembalinya Messi ke Barcelona bisa benar-benar menjadi kenyataan.

Tinggalkan komentar