Pep Guardiola Kesal Lagi Sama Wasit Sam Barrott: Terancam Skorsing!

Bagas Pratama

Maret 9, 2026

4
Min Read
Pep Guardiola Kesal Lagi Sama Wasit Sam Barrott Terancam Skorsing!

TIY42K – Manajer Manchester City, Pep Guardiola, kembali jadi sorotan setelah insiden panas di lapangan yang membuatnya terancam skorsing dua pertandingan. Kejadian ini bermula saat timnya berhasil mengalahkan Newcastle United 3-1 di St James’ Park pada Minggu dini hari, 8 Maret 2026, dalam laga Perempatfinal Piala FA. Kemenangan yang membawa City melaju ke babak selanjutnya ini diwarnai dengan momen Guardiola yang meluapkan kekesalannya kepada wasit Sam Barrott, berujung pada kartu kuning.

Insiden yang memicu kemarahan Guardiola terjadi di tengah pertandingan penting tersebut. Saat itu, pemain sayap lincah Manchester City, Jeremy Doku, terlihat dilanggar oleh bek Newcastle United, Kieran Trippier. Pelanggaran ini, menurut pandangan Guardiola dan mungkin banyak penggemar City, seharusnya berbuah tendangan bebas untuk timnya. Namun, wasit Sam Barrott memiliki keputusan lain dan tidak menganggapnya sebagai pelanggaran yang layak diberi tendangan bebas. Kalian juga bisa baca tentang prediksi West Ham United vs Brentford FA Cup malam ini.

Keputusan Barrott ini sontak memicu reaksi keras dari Pep Guardiola yang berada di pinggir lapangan. Dengan gestur dan perkataan yang menunjukkan protes, Guardiola mengungkapkan ketidaksetujuannya secara langsung kepada wasit. Protes yang dianggap terlalu vokal dan intens ini membuat Barrott tanpa ragu mengeluarkan kartu kuning untuk manajer asal Spanyol tersebut.

Kartu kuning ini bukan sekadar peringatan biasa bagi Guardiola. Ini menjadi kartu kuning keenam yang ia terima sepanjang musim ini. Berdasarkan regulasi yang berlaku, akumulasi enam kartu kuning berpotensi besar membuat seorang manajer harus menjalani skorsing larangan mendampingi tim dalam dua pertandingan. Tentu saja, ini menjadi kabar buruk bagi Manchester City yang sedang berada dalam fase krusial kompetisi.

Bagi Pep Guardiola, ini bukan kali pertama ia berhadapan dengan Sam Barrott dan merasa dirugikan oleh keputusannya. Jauh sebelum insiden di Piala FA ini, Guardiola ternyata sudah pernah dibuat emosi oleh Barrott dalam pertandingan penting lainnya. Momen tersebut terjadi saat Manchester City bertandang ke markas Newcastle United dalam pertandingan liga pada November lalu, di mana City harus menelan kekalahan tipis 1-2.

Dalam pertandingan liga yang berlangsung sengit itu, Guardiola juga merasa sangat jengkel dengan Barrott. Kala itu, gelandang muda berbakat City, Phil Foden, dilanggar di dalam kotak penalti oleh pemain bertahan Newcastle, Fabian Schar. Guardiola meyakini bahwa insiden tersebut seharusnya berbuah tendangan penalti untuk Manchester City, yang bisa saja mengubah jalannya pertandingan. Namun, lagi-lagi, Barrott tidak menganggapnya sebagai pelanggaran yang layak diberi hadiah penalti.

Dua insiden yang melibatkan Barrott ini tampaknya meninggalkan kesan yang mendalam bagi Guardiola. Kekalahan di liga pada November itu, yang diwarnai oleh keputusan kontroversial Barrott terkait penalti, masih membekas dalam ingatannya. Guardiola bahkan sempat mengungkapkan perasaannya mengenai hal ini.

Ia mengatakan, “Yang pertama bulan November, kami tidak bisa mengalahkan Newcastle dan karena alasan itu, lebih baik saya tidak mengingatnya lagi dan juga hari ini di lapangan,” seperti yang dilansir oleh ESPN. Pernyataan ini jelas menunjukkan betapa frustrasinya Guardiola terhadap serangkaian keputusan Barrott yang menurutnya merugikan timnya. Frasa “lebih baik saya tidak mengingatnya lagi” bukan berarti ia benar-benar lupa, melainkan lebih ke arah ekspresi kekesalan yang mendalam sehingga ia ingin melupakan momen pahit tersebut.

Insiden-insiden ini menyoroti hubungan yang tampaknya kurang harmonis antara Pep Guardiola dan wasit Sam Barrott. Bagi seorang manajer sekaliber Guardiola, yang dikenal dengan intensitas dan perhatiannya terhadap detail, keputusan wasit yang dianggap tidak tepat bisa sangat memengaruhi emosinya. Apalagi jika keputusan tersebut berulang dan terjadi di pertandingan-pertandingan krusial.

Potensi skorsing dua pertandingan ini tentu saja akan menjadi tantangan tersendiri bagi Manchester City. Kehadiran Guardiola di pinggir lapangan sangat vital dalam memberikan instruksi dan motivasi kepada para pemain. Meskipun City memiliki staf pelatih yang kompeten, peran seorang manajer kepala seperti Guardiola tidak bisa digantikan sepenuhnya, terutama dalam pertandingan-pertandingan besar yang menuntut strategi dan adaptasi cepat.

Sebelumnya, Guardiola juga sudah pernah menjalani skorsing satu pertandingan. Momen itu terjadi saat Manchester City berhasil meraih kemenangan telak 10-1 atas Exeter City di Babak Ketiga Piala FA. Skorsing sebelumnya ini menunjukkan bahwa Guardiola memang bukan kali ini saja menghadapi konsekuensi dari akumulasi kartu kuning. Namun, fakta bahwa insiden terbaru ini kembali melibatkan wasit yang sama, Sam Barrott, menambah dimensi lain pada cerita ini, menunjukkan adanya pola yang membuat Guardiola semakin geram.

Situasi ini tentu akan menjadi perhatian publik sepak bola, terutama para penggemar Manchester City. Mereka akan menantikan bagaimana kelanjutan dari potensi skorsing ini dan bagaimana tim akan beradaptasi jika Guardiola harus absen mendampingi mereka dalam dua pertandingan penting. Semoga saja, segala ketegangan ini bisa segera mereda dan fokus kembali pada jalannya pertandingan yang sportif.

Tinggalkan komentar