Marc Marquez Pilih Aero 2024 untuk Ducati GP26? Ini Alasannya!

Rizky Maulana

Februari 27, 2026

3
Min Read
Marc Marquez Pilih Aero 2024 untuk Ducati GP26

Musim MotoGP 2026 belum dimulai, tapi Marc Marquez sudah bikin banyak orang penasaran. Setelah resmi gabung tim pabrikan Ducati Lenovo, fokusnya bukan cuma soal mesin GP26 yang gahar, tapi juga pilihan aerodinamika (aero-body) yang akan dipakai. Ada kabar menarik yang bikin dahi berkerut: Marc kabarnya memilih jalur “main aman” dengan memakai basis aero versi 2024 untuk motor barunya, bukan yang terbaru. Lho, kok bisa? Motor baru tapi “bajunya” jadul?

Pilihan ini ternyata ada hubungannya dengan kondisi fisik Marc. Mengutip Motorsport, Marc Marquez secara jujur mengakui kalau sekarang ia mulai merasakan efek usia. Fisiknya tidak lagi seprima sepuluh tahun lalu. Karena itu, ia butuh motor yang tidak terlalu menguras tenaga saat diajak bermanuver, seperti saat menikung atau melakukan pengereman keras.

Kamu perlu tahu, pengembangan aero Ducati dari tahun ke tahun memang makin kompleks. Paket aero versi 2025, bahkan proyeksi untuk 2026, biasanya punya downforce yang makin besar. Secara teori, downforce yang gede ini memang bikin motor makin nempel di aspal saat akselerasi, mengurangi wheelie, dan lebih stabil saat mengerem.

Tapi, ada tapinya nih. Downforce yang terlalu besar juga punya efek samping. Motor jadi terasa lebih berat dan kaku, terutama saat harus melakukan transisi cepat di tikungan berbentuk S atau chicane. Ibaratnya, Marc harus mengeluarkan tenaga ekstra buat “membanting” motor yang sedang ditekan angin kencang dari atas. Ini tentu sangat melelahkan.

Baca:  The Baby Alien is Back! Marc Marquez Incar Takhta Tertinggi di MotoGP 2026
Jadwal MotoGP 2026
Source: motogp.com
Rnd Tanggal Grand Prix Sirkuit Negara
1 01 Mar 2026 Thailand GP Chang International Circuit Thailand
2 22 Mar 2026 Brazil GP Autódromo Int. Ayrton Senna (Goiânia)* Brazil
3 29 Mar 2026 Americas GP Circuit of the Americas USA
4 12 Apr 2026 Qatar GP Lusail International Circuit Qatar
5 26 Apr 2026 Spanish GP** Circuito de Jerez - Ángel Nieto Spain
6 10 Mei 2026 French GP Le Mans (Bugatti Circuit) France
7 17 Mei 2026 Catalan GP Circuit de Barcelona-Catalunya Spain
8 31 Mei 2026 Italian GP Mugello Italy
9 07 Jun 2026 Hungarian GP Balaton Park Circuit Hungary
10 21 Jun 2026 Czech GP Automotodrom Brno Czech Republic
11 28 Jun 2026 Dutch GP TT Circuit Assen Netherlands
12 12 Jul 2026 German GP Sachsenring Germany
13 09 Agu 2026 British GP Silverstone Great Britain
14 30 Agu 2026 Aragon GP MotorLand Aragón Spain
15 13 Sep 2026 San Marino GP Misano World Circuit Marco Simoncelli Italy
16 20 Sep 2026 Austrian GP Red Bull Ring - Spielberg Austria
17 04 Okt 2026 Japanese GP Mobility Resort Motegi Japan
18 11 Okt 2026 Indonesian GP Pertamina Mandalika International Circuit Indonesia
19 25 Okt 2026 Australian GP Phillip Island Australia
20 01 Nov 2026 Malaysian GP Sepang Malaysia
21 15 Nov 2026 Portuguese GP Algarve / Portimão Portugal
22 22 Nov 2026 Valencia GP Ricardo Tormo Spain
Baca:  MotoGP 2026: Aprilia Makin Dekat, Ducati Masih Unggul Tipis?

Nah, di sinilah paket Aero 2024 (yang dipakai di GP24) dianggap sebagai salah satu titik keseimbangan terbaik Ducati. Paket ini menawarkan downforce yang cukup, namun tetap menjaga kelincahan motor. Ini penting banget buat gaya balap Marc yang agresif tapi tetap efisien, memungkinkannya untuk melakukan drift atau manuver khasnya tanpa terlalu banyak perlawanan dari motor.

Dengan memilih basis Aero 2024 untuk dipadukan dengan mesin dan sasis GP26, Marc sepertinya ingin meminimalkan risiko. Ia tidak mau ambil risiko dengan aero baru yang mungkin di atas kertas lebih kencang, tapi justru berpotensi menyebabkan arm-pump atau membuat staminanya drop sebelum balapan selesai. Marc ingin motor yang bisa diajak “mengalir” di sirkuit, bukan motor yang harus ia “lawan” setiap saat.

Baca:  Toprak Razgatlioglu Jelang MotoGP 2026: Gaya Balap Akrobatik, Perlu Tetap Membumi

Jika motornya nurut dan tidak terlalu menuntut fisik, risiko untuk “dlosor” alias jatuh juga bisa diminimalisir. Marc tidak perlu memaksakan fisiknya melampaui batas. Ini menunjukkan pendekatan yang lebih dewasa dan strategis dari seorang pembalap veteran.

Langkah Marc Marquez ini memang sangat logis dan dewasa. Di usia dan kondisi fisiknya sekarang, Marc bukan lagi mengejar motor yang paling kencang secara absolut dalam satu lap kualifikasi. Ia lebih mencari motor yang paling konsisten dan tidak bikin cepat lelah selama 25 hingga 30 lap balapan hari Minggu.

Ini adalah bentuk adaptasi. Marc tahu bahwa mesin GP26 sudah sangat powerful. Jadi, ia tidak butuh aero yang terlalu ekstrem untuk menutupi kekurangan performa. Yang ia butuhkan justru kenyamanan, supaya skill dewa-nya tetap bisa keluar maksimal tanpa terhalang rasa lelah atau nyeri di bahu.

Tinggalkan komentar