Marc Marquez Akui Sulit “Nyatu” Sama Ducati di Thailand GP

Rizky Maulana

Februari 28, 2026

3
Min Read
Marc Marquez Akui Sulit "Nyatu" Sama Ducati di Thailand GP

Marc Marquez, juara bertahan MotoGP, secara terang-terangan mengakui bahwa ia “tidak mengendarai Ducati 2026 secara alami” setelah sesi latihan Grand Prix Thailand. Walaupun di hari pertama di Buriram ia finis kedua, Marquez tertinggal cukup jauh dari pembalap tercepat, Marco Bezzecchi. Kondisi ini diperparah dengan cedera bahu kanan yang dialaminya Oktober lalu, yang memaksanya memakai aerodinamika Ducati spesifikasi 2024 dan membuat ia harus terus beradaptasi dengan gaya balapnya.

Meski berhasil mengamankan posisi kedua di akhir sesi Practice, Marc Marquez ternyata masih merasa belum maksimal dan belum menemukan ritme terbaiknya. Ia tertinggal lebih dari empat persepuluh detik dari Marco Bezzecchi dari Aprilia, yang memang tampil sangat cepat dan jadi pembalap tercepat di dua sesi latihan hari Jumat itu. Marquez sendiri ngaku kalau dia masih harus banyak berbenah dan menyesuaikan diri. “Aku perlu meningkatkan diri,” katanya. “Aku perlu terus memperbaiki gaya berkendara.

Tapi, aku belum berkendara secara otomatis.” Ia juga menambahkan, “Saat ini, sepertinya Aprilia dan Marco berkendara sangat cepat di sini. Entah kenapa, mereka mampu membuat berbagai jenis ban yang kami miliki di sini dan juga Mandalika bekerja dengan baik.” Ini menunjukkan kalau Marquez memang belum sepenuhnya nyaman di atas motornya dan masih mencari setelan yang pas.

Baca:  KYT & Suomy Lolos Homologasi FIM FRHPhe-02 Jelang MotoGP Buriram

Bukan tanpa alasan Marquez merasa kesulitan. Sebelumnya, pada hari Kamis, ia sudah mengakui kalau harus memulai musim ini dengan aerodinamika Ducati spesifikasi 2024. Ini karena ada batasan fisik akibat cedera bahu kanannya yang lumayan parah. Cedera itu didapatnya Oktober lalu di Grand Prix Indonesia dan sampai sekarang masih mempengaruhi performanya. Jadi, selain adaptasi motor baru, ia juga harus berjuang melawan kondisi fisiknya sendiri.

Jadwal MotoGP 2026
Source: motogp.com
Rnd Tanggal Grand Prix Sirkuit Negara
1 01 Mar 2026 Thailand GP Chang International Circuit Thailand
2 22 Mar 2026 Brazil GP Autódromo Int. Ayrton Senna (Goiânia)* Brazil
3 29 Mar 2026 Americas GP Circuit of the Americas USA
4 12 Apr 2026 Qatar GP Lusail International Circuit Qatar
5 26 Apr 2026 Spanish GP** Circuito de Jerez - Ángel Nieto Spain
6 10 Mei 2026 French GP Le Mans (Bugatti Circuit) France
7 17 Mei 2026 Catalan GP Circuit de Barcelona-Catalunya Spain
8 31 Mei 2026 Italian GP Mugello Italy
9 07 Jun 2026 Hungarian GP Balaton Park Circuit Hungary
10 21 Jun 2026 Czech GP Automotodrom Brno Czech Republic
11 28 Jun 2026 Dutch GP TT Circuit Assen Netherlands
12 12 Jul 2026 German GP Sachsenring Germany
13 09 Agu 2026 British GP Silverstone Great Britain
14 30 Agu 2026 Aragon GP MotorLand Aragón Spain
15 13 Sep 2026 San Marino GP Misano World Circuit Marco Simoncelli Italy
16 20 Sep 2026 Austrian GP Red Bull Ring - Spielberg Austria
17 04 Okt 2026 Japanese GP Mobility Resort Motegi Japan
18 11 Okt 2026 Indonesian GP Pertamina Mandalika International Circuit Indonesia
19 25 Okt 2026 Australian GP Phillip Island Australia
20 01 Nov 2026 Malaysian GP Sepang Malaysia
21 15 Nov 2026 Portuguese GP Algarve / Portimão Portugal
22 22 Nov 2026 Valencia GP Ricardo Tormo Spain
Baca:  Marco Bezzecchi Juara MotoGP Thailand 2026, Aprilia & KTM Bersinar!

Sesi Practice kemarin juga lumayan bikin deg-degan buat Marquez. Ada momen ia nyaris nggak masuk 10 besar yang berarti nggak lolos otomatis ke Q2. Apalagi, hujan terus-menerus mengancam, yang bisa bikin kondisi lintasan makin sulit ditebak. Untungnya, pembalap Spanyol itu akhirnya bisa masuk 10 besar. Ia merasa beruntung banget karena nggak bernasib kayak rekan setimnya, Francesco Bagnaia, yang cuma bisa finis di posisi ke-15.

Marquez juga cerita kalau ia sempat ambil risiko besar di awal sesi latihan dengan memilih ban belakang Medium, padahal kondisi lintasan bisa berubah kapan saja. “Ya, sesi Practice tadi cukup sulit, terutama di bagian akhir, karena di satu momen aku hampir keluar dari Q2 karena aku memulai sesi latihan dengan ban [belakang] Medium; kami mengambil sedikit risiko di sana,” jelasnya. Timnya sempat ngirim pesan buat dia masuk pit dan ganti ban lunak, tapi udah telat karena dia udah di titik pengereman Tikungan 12.

Baca:  Jack Miller: Sedih Phillip Island Diganti Adelaide, Tapi...

Saat itu, ia sadar kalau posisinya di luar 10 besar dan harus segera bertindak. Beruntung, ia bisa cepat-cepat berhenti dan ganti ban untuk melakukan serangan terakhir. Ia juga merasa sangat beruntung karena cuma ada gerimis kecil, tidak seperti balapan Moto2 sebelumnya di mana hujannya lebih deras dan membuat kondisi lebih parah.

Marquez secara jujur mengakui kalau saat ini, Marco Bezzecchi memang selangkah lebih maju dari pembalap lain, menunjukkan dominasi yang cukup jelas. “Tapi memang benar bahwa saat ini, kita perlu terus bekerja karena Marco Bezzecchi selangkah lebih maju dari semua orang,” ujarnya.

Ia juga menyoroti bagaimana Aprilia, tim Bezzecchi, tampaknya punya keunggulan dalam membuat berbagai jenis ban bekerja optimal, baik di sirkuit Buriram ini maupun di Mandalika sebelumnya. Ini jadi PR besar buat Marquez dan timnya untuk bisa mengejar ketertinggalan, menemukan setelan terbaik, dan memahami bagaimana ban bisa bekerja maksimal di motor mereka.

Tinggalkan komentar