Pramusim MotoGP 2026 baru saja selesai setelah tes Buriram. Hasilnya, Aprilia menunjukkan performa yang bikin semua orang kaget, apalagi setelah Marco Bezzecchi mencetak waktu tercepat. Mereka kini jadi penantang serius dominasi Ducati yang masih sedikit unggul. Sementara itu, KTM mulai bangkit, tapi Honda dan Yamaha masih harus berjuang keras untuk menemukan kecepatan terbaiknya.
Aprilia memang lagi dalam momentum bagus banget. Setelah Marco Bezzecchi dan Raul Fernandez sukses finis 1-2 di GP Valencia tahun lalu, mereka makin tancap gas di pramusim. Bezzecchi bahkan berhasil jadi yang tercepat di tes Buriram, mencetak 1m28.668s yang memecahkan rekor lap resmi. Bahkan, di simulasi balapan panjang, Ai Ogura dari Trackhouse juga tampil oke, sementara Bezzecchi bisa mencatat 20 lap dengan rata-rata 1m30,454s. Ini menunjukkan Aprilia tidak kehilangan performa kuat yang mereka tunjukkan di akhir tahun 2025. Enggak heran kalau Pedro Acosta dari KTM sampai bilang kecepatan Aprilia dan Ducati itu “menakutkan”!
Meski Aprilia makin ngebut, Ducati tetap jadi favorit utama. Mereka kan juara bertahan di semua kategori musim lalu, jadi jelas punya modal kuat. Francesco Bagnaia juga terlihat santai dan senang banget dengan motor barunya. Dia bahkan terang-terangan bilang kalau perangkat ride-height baru sangat membantu saat pengereman, mengatasi masalah yang sering ia alami dengan GP25. Saking rahasianya, Alex Marquez sampai kaget waktu Bagnaia ngomong soal itu. Ini menunjukkan betapa pentingnya inovasi kecil ini buat Ducati.
Sayangnya, tes Ducati di Buriram enggak mulus-mulus banget. Marc Marquez malah kurang fit karena sakit perut dan sampai tiga kali jatuh. Kecelakaan ketiganya terjadi saat simulasi balapan, padahal rata-rata waktunya sudah bagus, sekitar 1m29,9s. Ini menandakan dia punya potensi setara Bezzecchi kalau bisa menyelesaikan balapan penuh. Kondisi bahunya yang belum 100% juga masih jadi PR, bahkan disebut jadi alasan kenapa kesepakatan barunya dengan Ducati sempat tertunda. Tapi, Marc tetap optimis dan bilang kalau kecelakaan itu cuma karena kurang konsentrasi. Dia sangat puas dengan feeling motornya dan yakin bisa mulai musim dengan baik.
KTM sendiri menunjukkan peningkatan yang lumayan. Mereka melakukan banyak perombakan di sasis dan aerodinamika RC16. Pedro Acosta, pembalap muda andalan KTM, bilang kalau motornya sudah lebih baik, terutama soal manajemen ban. Brad Binder juga merasa menemukan terobosan baru di setelan motornya pada hari terakhir tes Buriram. Tapi, Acosta jujur kalau kecepatan mereka belum cukup buat menang, karena ada dua pabrikan lain yang performanya “luar biasa” alias menakutkan.
Di sisi lain, Honda masih berjuang keras. Joan Mir bilang motor RC213V mereka masih kurang grip, meskipun ban Michelin yang kaku biasanya justru cocok buat Honda. Mir merasa Honda butuh “revolusi” di bagian cengkeraman biar bisa bersaing. Yamaha juga masih ketinggalan jauh. Fabio Quartararo bahkan pesimis, bilang motornya masih butuh “berbulan-bulan” lagi buat siap balapan, karena top speed, grip, dan kemampuan menikung mereka masih jadi PR besar. Jack Miller dari Yamaha memang lebih positif, tapi itu mungkin karena dia lagi di tahun kontrak dan enggak punya pilihan selain tetap loyal.






Tinggalkan komentar