Neymar bikin gebrakan di lapangan hijau! Setelah mencetak gol pertamanya di tahun 2026 untuk Santos, dia langsung merayakan dengan menirukan tarian khas Vinicius Junior. Aksi ini bukan cuma selebrasi biasa, tapi juga bentuk dukungan nyata untuk rekan senegaranya yang baru-baru ini jadi korban rasisme.
Momen ini terjadi saat Santos berhasil menundukkan Vasco da Gama 2-1, di mana Neymar tampil sebagai bintang dengan dua golnya. Selebrasi yang viral itu sekaligus jadi penanda comeback gemilang bagi sang bintang setelah pulih dari cedera.
Selebrasi dansa Vinicius Junior sendiri sempat jadi sorotan dunia dalam beberapa minggu terakhir, memicu diskusi penting tentang rasisme dalam sepak bola. Bintang Real Madrid bernomor punggung 7 itu menjadi pusat perhatian setelah insiden yang bermula dari tarian khasnya, yang sayangnya disalahartikan dan diserang.
Semua berawal saat Vinicius mencetak gol spektakuler melawan Benfica di leg pertama fase gugur Liga Champions. Momen indah itu ternoda ketika wasit secara mengejutkan memberinya kartu kuning hanya karena selebrasinya, sebuah keputusan yang menuai banyak kritik. Tidak berhenti di situ, winger Benfica, Gianluca Prestianni, diduga melontarkan pelecehan rasial kepadanya, menambah daftar panjang insiden serupa yang menimpa Vinicius.
Bahkan, Jose Mourinho sempat mengisyaratkan bahwa tarian Vinicius-lah yang memprovokasi reaksi tersebut, sebuah pernyataan yang juga menuai kontroversi. Namun, Vinicius Junior lah yang punya tawa terakhir, ia kembali mencetak gol individu brilian untuk mengunci kemenangan timnya dan kembali menari penuh kebanggaan, kali ini di stadion kebanggaan, Bernabéu. Momen tersebut menjadi simbol perlawanan dan kegembiraan.
Melihat situasi ini, Neymar dari Brasil tak tinggal diam dan ikut bergabung dalam ‘pesta’ dukungan. Ia memberikan penghormatan kepada rekan setimnya di Seleção itu dengan gerakan dansa yang persis sama, menunjukkan solidaritas yang kuat dan pesan bahwa kebahagiaan tak bisa dibungkam.
Terlepas dari selebrasi yang viral dan penuh makna, Neymar juga benar-benar bersinar di lapangan saat Santos meraih kemenangan penting 2-1 atas Vasco da Gama. Penampilannya membuktikan bahwa ia masih punya sentuhan magis yang belum pudar. Pemain berusia 34 tahun itu membuka skor pada menit ke-25 dengan tendangan kaki kanan yang tenang dan terarah ke sudut kanan bawah gawang.
Gol ini punya kemiripan yang mencolok dengan gol yang dicetak Vinicius Jr di leg kedua melawan Benfica, seolah menjadi penghormatan ganda. Meski tim tamu sempat menyamakan kedudukan menjelang turun minum, Neymar kembali menunjukkan magisnya di babak kedua, tidak membiarkan Santos kehilangan momentum. Kali ini, ia mencetak gol kemenangan dengan tendangan cungkil berkelas melewati kiper lawan, sebuah gol yang menunjukkan kelasnya.
Gol kedua ini memastikan tiga poin penting untuk klub masa kecilnya, Santos, dan disambut meriah oleh para penggemar. Dua gol ini menjadi catatan penting, karena ini adalah kali kedua dalam enam bulan terakhir Neymar mencetak lebih dari satu gol dalam satu pertandingan, menandakan peningkatan performa. Ini juga merupakan gol pertamanya sejak kembali dari cedera yang cukup panjang, menandakan kebangkitan performanya yang ditunggu-tunggu banyak pihak dan harapan baru bagi kariernya.
Setelah pertandingan, ikon sepak bola Brasil itu mengungkapkan perasaannya kepada SporTV. “Minggu lalu mereka bilang saya adalah pemain terburuk di dunia,” ujarnya. “Sepak bola memang seperti itu… suatu hari kamu pensiun, hari lain kamu harus pergi ke Piala Dunia. Saya menjalani hari demi hari. Saya bekerja keras, mencapai performa terbaik,” tambahnya, menunjukkan mentalitas pantang menyerah.
Dengan performa gemilang ini, pertanyaan besar pun muncul di benak para penggemar sepak bola Brasil: bagaimana peluang Neymar untuk masuk skuad Piala Dunia 2026 di bawah pelatih baru timnas, Carlo Ancelotti? Sejak mengambil alih tim nasional Mei lalu, Ancelotti memang belum pernah memanggil Neymar, memilih untuk membangun skuad dengan wajah-wajah baru. Pelatih asal Italia itu lebih memilih memberi kesempatan kepada talenta muda seperti Estêvão dan João Pedro untuk unjuk gigi dan membuktikan diri.
Masalah kebugaran Neymar di masa lalu juga menjadi penghalang utama bagi Ancelotti untuk memanggil pencetak gol terbanyak sepanjang masa Brasil itu. Namun, kini legenda Barcelona itu sudah fit sepenuhnya dan kembali mencetak gol, mungkin di waktu yang paling tepat untuk menarik perhatian sang pelatih. Satu-satunya cara agar Neymar bisa masuk skuad Piala Dunia Ancelotti adalah jika ia tetap sehat untuk jangka waktu yang lama dan konsisten. Kemunduran atau cedera baru akan dengan mudah menghilangkan kemungkinan tipis bagi sang penyerang untuk tampil di turnamen akbar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko dalam waktu empat bulan lagi.
Jika Neymar tetap fit dan sepenuhnya menemukan kembali performa terbaiknya, akan sangat sulit bagi Ancelotti untuk meninggalkannya di rumah, mengingat pengalaman dan kualitasnya. Ujian nyata pertama akan datang dalam satu bulan ke depan, saat pelatih berusia 66 tahun itu mengumumkan skuadnya untuk laga persahabatan Brasil bulan Maret melawan Prancis dan Kroasia, yang bisa jadi penentu nasib Neymar.






Tinggalkan komentar