Juara bertahan World Superbike, Toprak Razgatlioglu, lagi ngerasain tantangan berat di tes pra-musim MotoGP Buriram. Dia kelihatan frustrasi banget, sampai-sampai pembalap pabrikan Yamaha, Fabio Quartararo, langsung turun tangan buat ngasih dukungan moral dan wejangan. Toprak yang baru adaptasi sama motor MotoGP dan ban Michelin ini, tercatat jadi pembalap terakhir di antara pembalap full-time di hari terakhir tes tersebut.
Perasaan frustrasi Toprak memang beralasan. Di lembar waktu terakhir Buriram, dia cuma bisa menempati posisi ke-21 atau terakhir dari semua pembalap penuh waktu. Waktu putarannya terpaut 2,1 detik dari Marco Bezzecchi. Rekan setim Toprak, Jack Miller, jadi pembalap YZR-M1 tercepat dengan selisih 1,1 detik di depan Toprak, sementara Quartararo sendiri sedikit lebih lambat dari Miller.
Quartararo melihat Toprak sangat putus asa dan langsung mengajaknya ngobrol di garasi. Menurut Quartararo, secara mental ini sulit buat Toprak karena dia selalu jadi yang terdepan di World Superbike. Quartararo juga menyadari kalau Toprak datang di saat Yamaha sedang mengalami masa sulit, ditambah ini tahun pertamanya ganti produsen ban.
Tapi, Quartararo mencoba menenangkan Toprak. Dia bilang kalau posisi seperti itu normal banget buat pembalap yang baru datang. Semua pembalap juga pernah merasakannya. Toprak hanya perlu waktu buat merasa lebih cepat dan nyaman di atas motor. Quartararo bahkan berharap dia juga punya saran serupa saat berjuang di tes MotoGP pertamanya di Malaysia. Dia berharap kata-kata kecilnya bisa membantu Toprak dan memberi dampak positif.
Toprak sendiri, yang juga sering dapat bantuan dari Jack Miller di dalam dan luar lintasan, mengonfirmasi saran dari Quartararo. Mereka ngobrolin soal tahun ini dan Toprak yang masih belajar. Quartararo bilang jangan terburu-buru, karena Yamaha juga masih terus berkembang. Dia menyarankan Toprak buat beradaptasi dengan ban, dan bilang kalau dia sendiri juga kesulitan dengan motor baru.
“Dia cuma bilang, ‘tetap tenang. Kamu tidak perlu terburu-buru’,” kata Toprak. Dia mengaku selalu berpikir dari tikungan ke tikungan, mencoba melakukan yang terbaik, tapi waktu putaran tidak kunjung datang. Makanya dia jadi sedih. Toprak sadar kalau ban dan motor MotoGP itu benar-benar beda dan dia harus beradaptasi, terutama dengan ban depan.
Meskipun masih perlu membangun kepercayaan diri dengan ban depan saat masuk tikungan, Toprak sudah mulai menunjukkan kemajuan dalam mengatasi masalah wheelspin saat keluar tikungan. Dia merasa sudah menemukan sesuatu setelah makan siang. Dengan ban bekas, dia bisa mencatat waktu putaran yang bagus, bukan secepat Marc atau Pecco, tapi bagus untuk dirinya. Dengan ban medium, dia bahkan bisa bikin putaran terbaiknya hari itu. Toprak mengakui dia masih belajar dan butuh waktu. Kadang motivasinya menurun, tapi itu normal, dia hanya perlu lebih fokus dan terus mencoba beradaptasi dengan ban.
Di luar trek, Toprak sudah nyaman dengan tim dan paddock. Dia senang bekerja sama dengan timnya yang sangat hangat. Rekan setimnya, Jack Miller, juga orang yang baik dan selalu membantunya di setiap sesi. Toprak suka dengan paddock MotoGP, tapi dia yakin akan lebih menikmatinya kalau sudah jadi pembalap yang cepat. Tak lama lagi, Toprak Razgatlioglu akan membuat debut balapan MotoGP-nya di sirkuit Buriram yang sama, saat pembukaan musim Thailand akhir pekan ini.






Tinggalkan komentar