Pembalap muda berbakat, Toprak Razgatlioglu, lagi jadi sorotan nih jelang debutnya di MotoGP 2026. Mantan pembalap Moto2, Mattia Pasini, baru-baru ini kasih wejangan buat Toprak. Pasini mengakui banget kalau pembalap asal Turki itu punya bakat yang luar biasa, bahkan gaya balapnya disebut kayak akrobat! Tapi, Pasini juga ngingetin supaya Toprak tetap “membumi” karena performanya di tes pramusim Sepang awal Februari lalu masih belum bisa nembus 10 besar tercepat, meskipun catatan waktunya terus membaik.
Mattia Pasini sendiri udah enggak meragukan lagi kemampuan Toprak Razgatlioglu. Menurut pria yang dulu pernah balapan reguler di Moto2 ini, Toprak punya bakat yang gokil banget. Saking hebatnya, juara WorldSBK itu sampai dinilai punya gaya berkendara yang udah setara akrobat. Jadi, kalau soal skill, Pasini yakin banget Toprak punya potensi besar di MotoGP.
Namun, ada tapinya nih. Pasini melihat Toprak Razgatlioglu lumayan kesulitan waktu menjalani tes pramusim MotoGP 2026 beberapa waktu lalu. Meskipun bakatnya segitu luar biasa, adaptasi dengan motor dan trek MotoGP sepertinya butuh proses yang enggak sebentar. Ini jadi perhatian Pasini buat Toprak.
Seperti yang kita tahu, Toprak Razgatlioglu, yang merupakan pembalap Pramac Racing Yamaha, terakhir kali tampil di tes Sepang, Malaysia, pada awal Februari kemarin. Tes pramusim ini penting banget buat para pembalap untuk menyesuaikan diri dengan motor baru dan mencari setelan terbaik sebelum musim balap dimulai.
Sebenarnya, catatan waktu yang Toprak peroleh di tes tersebut terus meningkat seiring dengan jalannya sesi. Ini menunjukkan kalau dia ada progres dan mulai menemukan ritmenya. Kendati demikian, Toprak Razgatlioglu memang belum bisa menembus jajaran 10 pembalap tercepat. Ini yang jadi “PR” buatnya dan juga alasan Pasini memberikan wejangan agar Toprak tetap rendah hati dan fokus.
Intinya, Pasini setuju kalau Toprak punya bakat yang enggak main-main. “Saya setuju, Toprak memiliki bakat yang luar biasa. Cara berkendaranya bahkan sudah setara akrobat,” begitu kata Pasini. Tapi, dia juga mengingatkan bahwa bakat saja enggak cukup, perlu adaptasi dan kerja keras terus-menerus di kelas balap tertinggi seperti MotoGP.






Tinggalkan komentar