Toprak Razgatlioglu Ubah Strategi Demi Debut MotoGP

Rizky Maulana

Februari 22, 2026

3
Min Read
Toprak Razgatlioglu Ubah Strategi Demi Debut MotoGP

Toprak Razgatlioglu, pembalap rookie Pramac Yamaha, punya kesempatan terakhir di tes Buriram (21-22 Februari) untuk memantapkan diri sebelum debut MotoGP. Setelah performa yang kurang memuaskan di tes Sepang, Toprak berencana kembali ke set-up motor lama dan mencoba gaya balap ala Valencia demi hasil yang lebih baik.

Sebelumnya, Toprak sempat tampil menjanjikan di tes shakedown Sepang. Namun, pada tes resmi berikutnya, performanya justru stagnan dan membuatnya frustrasi. Ia hanya bisa menempati posisi ke-20 dalam daftar waktu gabungan, hasil yang belum pernah dialaminya saat masih balapan di Superbike. Toprak sendiri mengakui kalau tes di Sepang itu “agak membosankan dan juga membuat saya cukup kelelahan.” Ia merasa beberapa hari terakhir di Sepang tidak ada peningkatan sama sekali.

Salah satu tantangan besar yang dihadapi Toprak adalah masalah ergonomi. Dengan tinggi 185 cm, ia menjadi pembalap MotoGP paling jangkung di grid saat ini. Hal ini bikin Toprak harus mencari posisi duduk dan setang yang pas. Setelah diskusi dengan tim, ia memutuskan untuk kembali ke set-up lamanya, yaitu setang yang lebih rendah dikombinasikan dengan jok yang juga lebih rendah. Ia berharap kombinasi ini bisa membantunya beradaptasi dan memahami motor lebih baik, apalagi dengan mencoba gaya balap seperti di Valencia.

Baca:  Aprilia Makin Gacor di MotoGP 2026? Bezzecchi: Santai Dulu!

Selain ergonomi, Toprak juga harus melakukan perubahan besar pada gaya balapnya. Selama di Superbike, ia terkenal dengan gaya ‘stop and go’ yang kuat saat pengereman. Gaya ini berhasil membawanya meraih tiga gelar juara dunia WSBK. Namun, di MotoGP, gaya tersebut tidak cocok. Ia harus beralih ke gaya balap yang lebih mengalir dengan kecepatan menikung (cornering speed) yang lebih tinggi, dan ini jelas bertentangan dengan gaya balap alaminya.

Jadwal MotoGP 2026
Source: motogp.com
Rnd Tanggal Grand Prix Sirkuit Negara
1 01 Mar 2026 Thailand GP Chang International Circuit Thailand
2 22 Mar 2026 Brazil GP Autódromo Int. Ayrton Senna (Goiânia)* Brazil
3 29 Mar 2026 Americas GP Circuit of the Americas USA
4 12 Apr 2026 Qatar GP Lusail International Circuit Qatar
5 26 Apr 2026 Spanish GP** Circuito de Jerez - Ángel Nieto Spain
6 10 Mei 2026 French GP Le Mans (Bugatti Circuit) France
7 17 Mei 2026 Catalan GP Circuit de Barcelona-Catalunya Spain
8 31 Mei 2026 Italian GP Mugello Italy
9 07 Jun 2026 Hungarian GP Balaton Park Circuit Hungary
10 21 Jun 2026 Czech GP Automotodrom Brno Czech Republic
11 28 Jun 2026 Dutch GP TT Circuit Assen Netherlands
12 12 Jul 2026 German GP Sachsenring Germany
13 09 Agu 2026 British GP Silverstone Great Britain
14 30 Agu 2026 Aragon GP MotorLand Aragón Spain
15 13 Sep 2026 San Marino GP Misano World Circuit Marco Simoncelli Italy
16 20 Sep 2026 Austrian GP Red Bull Ring - Spielberg Austria
17 04 Okt 2026 Japanese GP Mobility Resort Motegi Japan
18 11 Okt 2026 Indonesian GP Pertamina Mandalika International Circuit Indonesia
19 25 Okt 2026 Australian GP Phillip Island Australia
20 01 Nov 2026 Malaysian GP Sepang Malaysia
21 15 Nov 2026 Portuguese GP Algarve / Portimão Portugal
22 22 Nov 2026 Valencia GP Ricardo Tormo Spain
Baca:  Jorge Martin: Aprilia RS-GP Enak Banget, Tapi Masih Kurang Ngebut Dikit!

Toprak mengakui bahwa mengubah gaya balap itu bukan hal yang mudah. Timnya sering menyarankan untuk mengerem lebih awal dan fokus pada kecepatan di tengah serta keluar tikungan. “Itu mudah dikatakan, tetapi bagi saya mengubah gaya balap sangat tidak mudah,” ujarnya. Namun, ia tidak menyerah dan terbuka untuk belajar, karena ia tahu perubahan ini sangat penting. Tapi, tentu saja, butuh waktu.

Baca:  Ducati Pilih Aero Mana? Antara Stabil atau Ngebut!

Di sisi lain, sirkuit Chang Buriram sendiri bukan trek yang ideal untuk Yamaha. Sirkuit ini punya lintasan lurus yang panjang, yang biasanya menguntungkan motor dengan tenaga mesin besar. Sementara itu, tenaga Yamaha M1 V4 yang baru masih dianggap kurang kuat. Di Sepang saja, kecepatan puncak mereka kalah sekitar 10 km/jam dibanding rival. Meski begitu, Toprak mendapat dukungan penuh dari Yamaha dan tim Pramac. Ia sadar waktu semakin menipis dan tes Buriram ini adalah dua hari terakhir sebelum musim dimulai. Fokusnya kini adalah mencari solusi dan meningkatkan performa, terutama untuk race pace.

Tinggalkan komentar